Sabtu, 11 Juli 2020
Materi Rangkuman Komputerisasi Peranggaran
ANALISIS PENYIMPANGAN BIAYA
Dalam mekanisme penerapan anggaran maupun dalam konsep Manajemen By
Objektive (MBO) maka salah satu teknis yang selalu diterapkan adalah analisis
variance atau analisis penyimpangan. Analisis ini dilakukan dengan cara
memperbandingkan antara anggaran dan realiasi. Perbedaan antara angka anggaran
dengan realisasi ini disebut penyimpangan atau variance.
Menurut Munandar (2003 : 20) ,menyatakan bahwa : Laporan anggaran
(Anggaran Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran, yang
dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara anggaran dengan realisasinya
itu, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, baik
penyimpangan yang bersifat negatif (merugikan). Dapat diketahui sebab-sebab
terjadinya penyimpangan-penyimpangan, sehingga dapat ditarik beberapa kesimpulan
dan beberapa tindakan lanjut (follow up) yang segera perlu dilakukan.
Mulyadi (2003 : 415) menyatakan : “Biaya standar adalah biaya yang
ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan
untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah
asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu”.
Mulyadi (2003 : 424) mengemukakan : Penyimpangan biaya sesungguhnya
dari biaya standar disebut dengan selisih (variance). Selisih biaya sesungguhnya
dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisis ini diselidiki penyebab terjadinya,
untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya selisih yang merugikan.
Namun sebagaimana yang namanya taksiran, maka tidak selalu anggaran itu
benar, dan tidak juga selalu sama dengan realisasi. Sehingga penyimpangan ini jangan
terus dianggap sebagai suatru kesalahan. Menurut Harahap (2003 : 223),
penyimpangan bisa juga disebabkan oleh :(1) Kesalahan anggaran, (2)Kesalahan
akuntansi, (3) Klasifikasi atau pencatatan dan (4) Kesalahan operasi.
Penyimpangan ini harus dianalisis penyebabnya. Biasanya perusahaan harus
menetapkan ukuran mana yang mesti dilakukan investigasi dan mana yang tidak perlu
dilakukan investigasi. Standar penentuan ini biasanya melihat benefit costnya. Jika biaya investigasi atau penyimpangan ini lebih besar dari pada taksiran yang dihemat
maka biasanya tidak perlu dilakukan investigasi, sebaliknya jika yang dihemat jauh
lebih besar dari biaya investigasi maka harus dilaksanakan investigasi penyebab
penyimpangan. Kecuali dalam hal tertentu yang sifatnya material atau berpotensi
beresiko besar maka kendatipun ukurannya kecil namun harus menjadi bahan
investigasi. Kegunaannya bukan untuk melihat penyimpangan itu tapi melihat
kemungkinan pelajaran yanga dapat diambil untuk menjadi bahan dalam operasi
mendatang.
Menurut Harahap (2003 : 224) penyimpangan anggaran biaya terdiri atas:
a. Penyimpangan dalam hal biaya langsung, dibagi :
1) Penyimpangan harga beli
2) Penyimpangan Kuantitas pembelian
b. Penyimpangan dalam hal biaya upah langsung, dibagi :
1) Penyimpangan tingkat upah
2) Penyimpangan tidak efisiensi upah
c. Penyimpangan dalam hal biaya overhead, dibagi :
1) Penyimpangan pemakaian
2) Penyimpangan kapasitas
3) Penyimpangan efisiensi
A. ANALISIS PENYIMPANGAN ANGGARAN
Contoh :
Perusahaan “MAJU JAYA” menggunakan biaya standar dan anggaran fleksibel.
Manager pembelian bertanggungjawab atas penyimpaangan harga bahan baku, dan
manajer produksi bertanggungjawab atas segala penyimpangan yang lain.
Operasional minggu lalu dirangkum sebagai berikut:
- Unit barang jadi yang diproduksi: 5.000 unit.
- Bahan baku langsung : Pembelian 10.000 kg, @ Rp 1,50.
- Harga standar @ Rp 1.60 per kg. Digunakan 5.400 kg.
- Standar yang diperkenankan per unit barang jadi = 1 kg.
- Upah kerja langsung: biaya aktual 8.000 jam @ Rp 3.05. atau total Rp 24.400,-
- Standar per unit produk = 1 ½ jam.
- Upah standar Rp 3,- per jam.
- Overhead produksi variabel : Aktual Rp 8.800,-
- Standar = Rp 1,- per jam kerja langsung.
B. PENYIMPANGAN BAHAN LANGSUNG
Dalam analisis ini digunakan singkatan sebagai berikut:
PBAF = Penyimpangan Bahan Anggaran Fleksibel
PHB = Penyimpangan Harga Bahan
PEB = Penyimpangan Efisiensi Bahan
QBSs = Quantitas Pembelian Bahan Sesungguhnya
HSs = Harg Bahan Sesungguhnya
HSt = Harga Bahan Standar
OSs = Output Sesungguhnya
ISs = Input Sesungguhnya
ISt = Input Standar
C. PENYIMPANGAN TENAGA KERJA LANGSUNG
Singkatan yang digunakan :
PTKAF = Penyimpangan Tenaga Kerja Anggaran Fleksibel
JSs = Jam Sesungguhnya
PUTK = Penyimpangan Upah Tenaga Kerja
JSt = Jam Standar
Uss = Upah Sesungguhnya
PETK = Penyimpangan Efisiensi Tenaga Kerja
Oss = Output Sesungguhnya
D. PENYIMPANGAN OVERHEAD VARIABEL
POHAF = Penyimpangan Overhead Anggaran Fleksibel
OHSs = Overhead Sesungguhnya
PTOH = Penyimpangan Tarif Overhead
TOHSt = Tarif Overhead Standar
Oss = Output Sesungguhnya
PEOH = Penyimpangan Efisiensi Overhead
JSt = Jam kerja Standar
TOHSs = Tarif Overhead Sesungguhnya
JSs = Jam Sesungguhnya
E. ANALISIS LANJUTAN BIAYA TAK LANGSUNG
(OVERHEAD)
Pada analisis sebelumnya, analisis overhead tidak mengikutsertakan overhead
tetap. Walaupun ini sudah dipelajari pada bagian biaya standar, tetapi perlu diingatkan
kembali dan untuk mengadakan perbandingan.
Misalnya : Jumlah biaya produksi tak langsung Rp 8.,000,- yang terdiri dari tetap
Rp. 3.200,- dan variable Rp 4.800,- sedangkan jam kerja normal pada
biaya ini adalah 4.000 jam atau 4 jam per produksi.
Pada suatu aktivitas sesungguhnya :
- Dikeluarkan overhead sebesar Rp 7,384,-
- Jam kerja sebenarnya 3.475 jam
- Produksi sebenarnya 850 produk.
F. PENYIMPANGAN CAMPURAN BAHAN DAN HASIL
Dalam perusahaan industri terutama industri yang menggunakan sistem
proses, perusahaan menggunakan kombinasi dari berbagai jenis bahan baku, dan hasil
yang merupakan bagian penting dalam kalkulasi harga pokok.
Selain penyimpangan-penyimpangan yang telah dibahas pada bagian
sebelumnya, maka untuk perusahaan seperti ini diperlukan suatu analisis khusus
yaitu:
OHSs
Rp. 7.384
PP
Rp. 14 Rugi
POH
Rp.584 Rugi
OHSt
Rp. 6.800
PP
Rp. 14 Rugi
PK
Rp. 420 Rugi
PE
Rp. 150 Rugi
PK
Rp. 420 Rugi
PEV
Rp. 90 Rugi
PET
Rp. 60 Rugi
PT
Rp. 104 Rugi
PV
Rp. 480 Rugi
10
1. Selisih Campuran
Selisih campuran bahan baku, yaitu penyimpangan yang ditimbulkan
adanya perbedaan antara spesifikasi (yang ditentukan) dengan standar dan
campuran sesungguhnya.
2. Selisih Hasil
Yaitu penyimpangan yang disebabkan karena hasil campuran yang dicapai
berbeda dari hasil campuran yang diharapkan berdasarkan input.
KESIMPULAN
Analisis penyimpangan biaya sangat di perlukan suatu perusahaan dalam hal
pengambilan suatu keputusan. Dalam mekanisme penerapan anggaran atau
biaya maupun dalam konsep Manajemen By Objektive (MBO) maka salah
satu teknis yang selalu diterapkan adalah analisis variance atau analisis
penyimpangan.
Analisis penyimpangan ini dilakukan dengan cara memperbandingkan antara
anggaran atau biaya dan realiasi. Perbedaan antara angka anggaran atau biaya
dengan realisasi ini disebut penyimpangan atau variance.
Analisis penyimpangan biaya dapat dihitung sesuai apa yang di butuhkan oleh
suatu perusahaan, misalnya ingin menghitung :
Analisis penyimpangan anggaran
Penyimpangan bahan langsung
Penyimpangan tenaga kerja langsung
Penyimpangan overhead variabel
Analisis lanjutan biaya tak langsung (Overhead)
Penyimpangan campuran bahan dan hasil
DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi, “Akuntansi Biaya”, STIE Yayasan Keluarga Pahlawan
Negara,Yogyakarta, 1991.
http://xa.yimg.com/kq/groups/22316722/250953079/name/Cost_Accounting_
DTSS_PCA.pdf
Ahmad, Kamaruddin. 1996. Akutansi Manajemen. Jakarta: PT . Raja Grafindo
Persada.
http://amandashely.blogspot.com/2011/05/analisis-penyimpangan-budget.html
Sabtu, 04 Juli 2020
Komunikasi Bisnis
1. Jelaskan mengenai ability to communicate dan berikan contohnya dalam hubungannya dengan suatu bisnis yang ada !
2. Sebutkan serta berikan penjelasan singkat mengenai kemungkinan terjadinya kegagalan dalam bisnis,
3. Sehubungan dengan soal nomer 2 tadi, bagaimana cara mengantisipasi hal tersebut menurut sudut pandang anda!
4. Berikan penjelasan tentang hubungan antara marketing mix dengan kemampuan berkomunikasi dalam suatu keberhasilan didalam perusahaan/usaha !
5. Jelaskan mengenai jenis partnership !
Jawaban :
1.
Kemampuan berkomunikasi bagi seorang PR sangatlah penting. Komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam bentuk lisan, yakni ia harus mampu berbicara di depan umum, harus mampu melakukan presentasi, mampu mewawancarai dalam upaya mengumpulkan fakta dan data, dan diwawancarai pers atau wartawan sebagai sumber berita dan kemampuan berkomunikasi lisan lainnya.
Dalam komunikasi tulisan harus mampu membuat press release untuk dikirim ke media massa, membuat artikel dan feature untuk house jurnal yang akan diterbitkan perusahaan, menulis laporan, membuat naskah pidato untuk manajemen, menulis konsep iklan layanan masyarakat, menulis brosur dan selebaran dan bentuk komunikasi tulisan lainnnya.
2.
- Takut mengambil Resiko
Banyak pengusaha yang gagal menjalankan bisnis karena takut mengambil risiko, misalnya risiko dalam menghadapi persaingan, risiko dalam masalah keuangan, dan lain sebagainya
- Terlalu Teburu - buru
Banyak pengusaha yang mengalami kegagalan karena terburu-buru dalam menjalankan sebuah bisnis, misalnya terburu-buru dalam mengembangkan bisnis.
- Tidak Percaya Diri
Hal ini biasanya akan dialami ketika otak Anda dipenuhi dengan pikiran negatif. Tidak percaya diri biasanya akan menyebabkan rasa takut ketika Anda harus mengambil sebuah keputusan atau menyerah ketika mengalami kegagalan. Dengan rasa tidak percaya diri, Anda sama dengan melewatkan kesempatan yang datang kepada Anda.
3. Menurut saya, Sebaiknya kita harus lebih Optimis dan Berani mengambil resiko dan menyiapkannya dengan matang untuk meraih kesuksesan
4. Contoh Marketing Communication mix yang memiliki Product Positioning yang cukup baik, dimana produsen memposisikan suatu produk yang dihasilkan mampu menarik perhatian dan pikiran konsumennya untuk membeli produk tersebut, dan produsen mampu memposisikan produknya dengan produk sejenis, maupun produk pionirnya. Agar produk yang dihasilkan dapat diketahui dan dikenal oleh masyarakat luas, maka produsen harus mempromosikan produk tersebut melalui bantuan media melalui iklan.
5.
1. Awareness Partnership
Tujuan dari awareness partnership ini adalah untuk meningkatkan visibilitas dan pengenalan untuk nama brand-mu.
2. Brand Partnership
Brand partnership adalah partnership yang sangat krusial untuk meningkatkan brand image dan brand affinity dan meningkatkan legitimasi brand-mu.
3. Functional partnership
Partnership jenis ini bisa meningkatkan fungsionalitas produk yang kamu tawarkan kepada konsumen. Dengan partnership jenis ini, kedua brand akan bisa mengoptimalkan fungsi produknya, dan memberi kepuasan lebih untuk pengguna.
Langganan:
Postingan (Atom)